Selasa, 15 Oktober 2013

Mystery | Black Rose

Permalink gambar yang terpasang

Tittle : Mystery | Black Rose

Author : Aini Choi

Cast : Park Chanyeol EXO | Park Hyeneul

Rated : (insyaallah) T

Genre : Supranatural (bener nggak tulisannya?)

Disclaimer : credit full Aini. Kecuali cast.

***
 
Langit masih kelabu. Jalanan penuh dengan genangan air hujan. Dan bau petrichor masih tertinggal di udara.

Gadis itu, berambut pendek-hitam legam. Terlihat berjalan santai diatas genangan – genangan air. Tak peduli dengan sepatu kets kesayangannya. Tangannya erat memegang sekuntum mawar hitam yang langka, Black Rose. Seperti tak akan melepaskannya.

Hingga ia berhenti ditengah persimpangan yang padat. Matanya berkeliling mencari orang yang dilihatnya dalam mimpi. Matanya berhenti pada satu posisi. Seorang pria –seumuran dengannya- tinggi yang sedang bercengkrama dengan benda metalik ditangannya.

Dilangkahkan kakinya untuk mendekati si pria. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah,……., tujuh langkah. Berdiri tapat dihadapan si pria. Disodorkan bunga itu kepadanya.

“Mwo?” Pria itu berjengit, kaget tiba – tiba sebuah bunga berada dihadapannya.

“Ambil.” Perintah si gadis.

“Ne. Onnie, udah dulu ya! Aku ada perlu.”

Piip..

Sambungan itu diputus. Sekarang perhatian beralih pada si gadis. “Naneun? Untuk apa?” Seraya menerima bunga tersebut. Dengan senyum lebarnya. Diciumnya bau dari mawar hitam itu.

“Itu jimat untukmu. Lindungi bunga itu. Jangan sampai orang lain menyentuhnya!” Jelas-singkat-padat. Dan tanpa bubibu lagi si gadis berjalan santai meninggalkan si pria.

“Ha?…Ya! Ya! Kau mau kemana? Hei!” teriak si pria saat tahu gadis tadi telah menghilang dari hadapannya. “Hm.. Aneh.”

***

Apartemen Sempit, Seoul | 14.00 KST

Gadis pengantar bunga tadi duduk tenang dihadapan sebuah meja. Tertata berbagai macam makanan diatasnya. Kebanyakan makanan manis yang terhidang. Sepetinya ia sedang menunggu seseorang.

“Aku pulaang.”

Sebuah suara nyaring terdengar dari depan. Si gadis tak bergeming tetap duduk tanang –membungkuk- didepan meja makanan.

“Kau sudah selesai, Hyeneul-ah?” Suara nyaring itu kembali terdengar, bertanya kepada gadis duduk-tenang-membungkuk, Hyeneul.

Kepala si gadis berputar kearah suara nyaring itu. “Ne. Aku sudah melakukannya, sesuai transfer mimpimu.  Kau tahu, makanan ini dingin karenamu.” Jawabnya dengan sindiran.

“Hey.. sopan sedikit pada nenekmu! Kau tahu aku lama karena mencari uang untuk kuliahmu itu, tahu!” kata si suara nyaring yang ternyata nenek Hyeneul. “Nggak usah banyak cincong langsung makan aja! Entar keburu dingin, gih!” perintahnya kepada sang cucu.

“Ne. Halmonie.”

“Cucuku. Pintar!”

***

Dorm EXO, Seoul | 14.00 KST

Pintu apartemen EXO terbuka. Memunculkan sesosok pria tinggi. “Aku pulang…” Teriaknya. Tak ada yang menyahut, si pria itu langsung meletakkan bunga mawar hitam ditanggannya diatas meja tamu. Kakinya melangkah kearah kamarnya dengan Baekhyun. Bosan tak ada siapapun, dia mengambil benda metalik itu dari kantong kmejanya.

Tangannya bergerak lincah mencari nama sang pacar tercinta.  “Yoboseo. Honey, aku tidak mengganggumu kan?”

“Anio. Sama sekali tidak. Ada apa menelfonku, Honey?”

“Kaukan seorang florist. Pasti tahukan arti dari bunga – bunga. Baru saja aku mendapat mawar hitam da–“

“Mawar Hitam? Kau dapat mawar hitam? Dari siapa?”

“Ne. Entahlah, tida – tiba dia menghilang. Boof… dan aku tak melihatnya lagi!”

“Ahh.. Kau tahu mawar hitam itu sangat langka didunia. Mungkin hanya ada satu atau dua didunia ini.”

“Ne? Benarkah? Kira – kira kau tahu makna dari mawar merah?”

“Of course, Honey. Untuk apa aku belajar hanami kalau aku tidak tahu makna dari setiap bunga..(jeda sejenak)..Mawar Hitam memiliki makna sebuah duka, keanggunan, kematian, dan reinkar-“

Aw..!

Terdengar teriakan dari ruang tamu. Pria itu, Chanyeol. Langsung keluar dari kamar dan memutuskan sambungannya dengan sang pacar. “Honey, ada yang berteriak. Kita akhiri dulu, ya! Bye, muach.”

“Ada apa Suho Hyung?” Tanya Chanyeol mendekati orang yang berteriak tadi.

“Entahlah tanganku seperti tertusuk dan tersetrum saat menyentuh bunga itu. Kau tahu itu bunga siapa?” Tanya Suho seraya menunjuk jengkel mawar hitam yang tergeletak diatas meja tamu.

“Oh.. itu mawarku Hyung. Aku mendapatkannya tadi dipersimpangan.” Chanyeol mengambil mawar tesebut. Menyentuh setiap inchi mawar itu. Mencari duri – duri yang menempel disekitar batang atau kelopak bunga.
“Hyung, kau merasakan apa tadi?” Teriak Chanyeol saat melihat Suho yang sekarang ada di dapur.

“Setrum dan usuk. Itu yang kurasakan. Mungkin bunga itu dari sesaeng fans!” Jawab Suho tak kalah berteriak.

Seperti flashback, Chanyeol teringat kata – kata gadis pemberi mawar hitam. ‘Jangan sampai orang lain menyentuhnya.’

“Jangan sampai orang lain menyentuhnya. Itu jimatmu.” Ingat Chanyeol.

“Jangan sampai orang lain menyentuhnya.”

“Jangan sampai orang lain menyentuhnya.”

“Jangan sampai orang lain menyentuhnya.”

Next Story : White Rose